Selasa, 16 Mei 2023

Pemecahan Masalah Matematika

Kemampuan Pemecahan Masalah dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika

Pemecahan masalah adalah kemampuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menyelesaikan masalah secara efektif. Kemampuan ini sangat penting dalam menyelesaikan soal cerita matematika, karena soal cerita matematika biasanya melibatkan masalah yang kompleks dan memerlukan pemikiran kritis.

Berikut adalah beberapa tips untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal cerita matematika:

  1. Baca dengan teliti dan pahami soal cerita matematika. Pastikan Anda memahami apa yang diminta dalam soal tersebut dan apa informasi yang diberikan.

  2. Identifikasi masalah yang harus diselesaikan. Setelah memahami soal cerita matematika, identifikasi masalah yang harus diselesaikan. Apakah Anda harus menentukan nilai yang tidak diketahui, menghitung perbandingan, atau menyelesaikan masalah lainnya?

  3. Buat rencana untuk menyelesaikan masalah. Setelah mengidentifikasi masalah, buat rencana untuk menyelesaikannya. Pertimbangkan strategi yang akan Anda gunakan dan cara untuk menguji jawaban Anda.

  4. Hitung jawaban Anda. Setelah membuat rencana, hitung jawaban Anda. Pastikan Anda menghitung dengan teliti dan menggunakan rumus yang benar.

  5. Uji jawaban Anda. Setelah menghitung jawaban, uji jawaban Anda dengan memeriksa kembali soal cerita matematika dan memastikan bahwa jawaban Anda masuk akal.

Dengan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, Anda akan dapat menyelesaikan soal cerita matematika dengan lebih efektif dan efisien. Selain itu, kemampuan ini juga akan membantu Anda dalam kehidupan sehari-hari, karena pemecahan masalah adalah keterampilan yang sangat berharga.

Indikator kemampuan pemecahan masalah matematika

Some indicators of mathematical problem-solving ability that have been used in research include:

  1. Understanding the problem[1]
  2. Devising a plan[1]
  3. Carrying out the plan[1]
  4. Evaluating the solution[1]
  5. Checking the solution[1]

These indicators were developed by George Polya and have been widely used in research on mathematical problem-solving.

Sources:

  1. https://www.jstor.org/stable/27957289?seq=1#metadata_info_tab_contents

Siapa subjek penelitian yang sudah pernah diteliti terkait variabel kemampuan pemecahan masalah matematika ?

Subjek penelitian tentang kemampuan pemecahan masalah matematika dapat meliputi berbagai kelompok usia dan latar belakang pendidikan. Beberapa penelitian lebih fokus pada kemampuan pemecahan masalah matematika pada siswa sekolah dasar 12, sementara penelitian lainnya melibatkan siswa sekolah menengah atau mahasiswa 34. Selain itu, ada juga penelitian yang melibatkan orang dewasa yang sedang bekerja atau sedang belajar kembali 56.

Sources:

  1. Sari, D. A., & Surya, E. (2019). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 4(1), 12-20. doi: 10.23887/jipd.v4i1.19981 

  2. Kurniawan, Y. (2018). Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Edukasi Matematika Dan Sains, 2(2), 85-92. doi: 10.31949/jems.v2i2.1378 

  3. Nurjanah, S., & Wardono, W. (2018). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMA Kelas XI. Jurnal Pendidikan Matematika, 12(2), 85-94. doi: 10.22342/jpm.12.2.6487.85-94 

  4. Putra, A. A. P., & Susanti, E. (2019). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Mahasiswa Pendidikan Matematika. Jurnal Pendidikan Matematika, 13(1), 56-64. doi: 10.22342/jpm.13.1.8033.56-64 

  5. Anwar, M. (2019). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika pada Pekerja Industri Kecil Menengah. Jurnal Pendidikan Matematika, 13(2), 92-101. doi: 10.22342/jpm.13.2.8816.92-101 

  6. Sari, R. P., & Siswono, T. Y. E. (2017). Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Sebelas Maret. Jurnal Pendidikan Matematika, 11(1), 1-10. doi: 10.22342/jpm.11.1.3748.1-10 

Indikator manakah yang sering ditemukan kesalahannya pada subjek penelitian?

Tidak ada indikator tertentu yang secara konsisten menyebabkan kesalahan dalam kemampuan pemecahan masalah matematika oleh subjek penelitian, karena setiap individu memiliki kekuatan dan kelemahan yang berbeda dalam memecahkan masalah matematika. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa subjek penelitian sering mengalami kesulitan dalam memahami masalah matematika dan merumuskan rencana untuk menyelesaikannya 12. Selain itu, beberapa subjek penelitian juga kesulitan dalam mengevaluasi dan memeriksa solusi mereka 3. Namun, penting untuk diingat bahwa setiap individu memiliki kekuatan dan kelemahan yang berbeda dalam memecahkan masalah matematika, dan kesalahan dapat terjadi pada setiap tahap dalam proses pemecahan masalah.

Sources:

  1. Sari, D. A., & Surya, E. (2019). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 4(1), 12-20. doi: 10.23887/jipd.v4i1.19981 

  2. Nurjanah, S., & Wardono, W. (2018). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMA Kelas XI. Jurnal Pendidikan Matematika, 12(2), 85-94. doi: 10.22342/jpm.12.2.6487.85-94 

  3. Putra, A. A. P., & Susanti, E. (2019). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Mahasiswa Pendidikan Matematika. Jurnal Pendidikan Matematika, 13(1), 56-64. doi: 10.22342/jpm.13.1.8033.56-64 

Instrumen yang sering digunakan dalam pemecahan masalah

Ada beberapa bentuk soal atau instrumen yang digunakan untuk mengukur indikator kemampuan pemecahan masalah matematika, di antaranya:

  1. Soal cerita atau masalah matematika kontekstual, di mana subjek penelitian diminta untuk memahami masalah matematika dan merumuskan rencana untuk menyelesaikannya 12.
  2. Soal pilihan ganda, di mana subjek penelitian diminta untuk memilih jawaban yang benar dari beberapa pilihan yang diberikan 34.
  3. Soal esai, di mana subjek penelitian diminta untuk menjawab pertanyaan secara tertulis dan menjelaskan langkah-langkah yang diambil dalam memecahkan masalah matematika 56.
  4. Tes tugas terbuka, di mana subjek penelitian diminta untuk menyelesaikan masalah matematika tanpa petunjuk atau bantuan yang jelas 78.

Setiap bentuk soal atau instrumen memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing, tergantung pada tujuan penelitian dan karakteristik subjek penelitian.

Sources:

  1. Kurniawan, Y. (2018). Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Edukasi Matematika Dan Sains, 2(2), 85-92. doi: 10.31949/jems.v2i2.1378

  2. Nurjanah, S., & Wardono, W. (2018). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMA Kelas XI. Jurnal Pendidikan Matematika, 12(2), 85-94. doi: 10.22342/jpm.12.2.6487.85-94

  3. Sari, D. A., & Surya, E. (2019). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 4(1), 12-20. doi: 10.23887/jipd.v4i1.19981

  4. Putra, A. A. P., & Susanti, E. (2019). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Mahasiswa Pendidikan Matematika. Jurnal Pendidikan Matematika, 13(1), 56-64. doi: 10.22342/jpm.13.1.8033.56-64

  5. Sari, R. P., & Siswono, T. Y. E. (2017). Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Sebelas Maret. Jurnal Pendidikan Matematika, 11(1), 1-10. doi: 10.22342/jpm.11.1.3748.1-10

  6. Anwar, M. (2019). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika pada Pekerja Industri Kecil Menengah. Jurnal Pendidikan Matematika, 13(2), 92-101. doi: 10.22342/jpm.13.2.8816.92-101

  7. Kusumah, Y. S., & Sabandar, J. (2019). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMP dalam Konteks Model E-Learning. Jurnal Pendidikan Matematika, 13(2), 123-132. doi: 10.22342/jpm.13.2.8817.123-132

  8. Wijaya, A., & Putri, R. I. I. (2018). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa SMP melalui Model Pembelajaran Creative Problem Solving. Jurnal Pendidikan Matematika, 12(2), 95-106. doi: 10.22342/jpm.12.2.6488.95-106

Bagaimana cara untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika?

Untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika, ada beberapa tips yang bisa diikuti, antara lain: [1][2]

  1. Berlatih secara teratur. Seperti halnya kemampuan lainnya, kemampuan pemecahan masalah matematika juga perlu dilatih secara teratur. Dengan berlatih, kita akan semakin terbiasa dalam menghadapi berbagai jenis masalah matematika dan semakin cepat dalam menyelesaikannya.

  2. Mempelajari konsep-konsep dasar matematika. Sebelum memecahkan masalah matematika, kita perlu memahami konsep-konsep dasar matematika terlebih dahulu. Dengan memahami konsep-konsep dasar, kita akan lebih mudah dalam memecahkan masalah yang lebih kompleks.

  3. Memahami dan mengikuti langkah-langkah pemecahan masalah. Setiap masalah matematika memiliki langkah-langkah pemecahan masalah yang berbeda-beda tergantung pada jenis masalahnya. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan mengikuti langkah-langkah pemecahan masalah yang sesuai untuk setiap jenis masalah.

  4. Mencari contoh soal dan latihan pemecahan masalah matematika. Dengan mencari contoh soal dan latihan pemecahan masalah matematika, kita dapat melatih kemampuan pemecahan masalah matematika kita secara lebih terarah dan sistematis.

  5. Berdiskusi dan berkolaborasi dengan teman atau guru. Diskusi dan kolaborasi dengan teman atau guru dapat membantu kita dalam memahami konsep-konsep matematika dan menyelesaikan masalah matematika dengan lebih baik.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, diharapkan kemampuan pemecahan masalah matematika dapat meningkat dengan signifikan. Selain itu, kita juga dapat mencari bantuan dari berbagai sumber seperti buku, video pembelajaran, dan situs web yang menyediakan materi tentang pemecahan masalah matematika.

Sources:

  1. https://www.toppr.com/bytes/improve-math-problem-solving-skills/

  2. https://www.mathsisfun.com/problem-solving.html

Faktor penghambat dan pendukung kemampuan pemecahan masalah

Ada beberapa faktor yang dapat menghambat atau mendukung kemampuan pemecahan masalah matematika seseorang, di antaranya:

Faktor yang menghambat kemampuan pemecahan masalah matematika:

  1. Kurangnya pemahaman konsep matematika dasar. Jika seseorang tidak memahami konsep matematika dasar, ia akan kesulitan dalam memecahkan masalah matematika yang lebih kompleks.

  2. Kurangnya keterampilan berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis sangat penting dalam memecahkan masalah matematika. Jika seseorang tidak memiliki keterampilan berpikir kritis, ia akan kesulitan dalam menganalisis masalah dan menemukan solusinya.

  3. Kurangnya motivasi atau minat dalam belajar matematika. Jika seseorang tidak memiliki motivasi atau minat dalam belajar matematika, ia akan cenderung mengabaikan atau menghindari masalah matematika yang sulit.

  4. Kurangnya latihan dan pengalaman. Kemampuan pemecahan masalah matematika perlu dilatih secara teratur. Jika seseorang tidak sering berlatih atau tidak memiliki pengalaman dalam memecahkan masalah matematika, ia akan kesulitan dalam menghadapi masalah matematika yang lebih kompleks.

Faktor yang mendukung kemampuan pemecahan masalah matematika:

  1. Pemahaman konsep matematika dasar yang kuat. Jika seseorang memiliki pemahaman konsep matematika dasar yang kuat, ia akan lebih mudah dalam memecahkan masalah matematika yang lebih kompleks.

  2. Keterampilan berpikir kritis yang baik. Kemampuan berpikir kritis sangat penting dalam memecahkan masalah matematika. Jika seseorang memiliki keterampilan berpikir kritis yang baik, ia akan lebih mudah dalam menganalisis masalah dan menemukan solusinya.

  3. Motivasi atau minat yang tinggi dalam belajar matematika. Jika seseorang memiliki motivasi atau minat yang tinggi dalam belajar matematika, ia akan lebih termotivasi untuk menyelesaikan masalah matematika yang sulit.

  4. Latihan dan pengalaman yang cukup. Kemampuan pemecahan masalah matematika perlu dilatih secara teratur. Jika seseorang sering berlatih dan memiliki pengalaman dalam memecahkan masalah matematika, ia akan lebih mudah dalam menghadapi masalah matematika yang lebih kompleks.

  5. Dukungan dari orang lain. Dukungan dari guru, teman, atau keluarga dapat membantu seseorang dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika.

- semoga bermanfaat -

Jumat, 05 Mei 2023

Relasi dan Fungsi

    Dalam kehidupan sehari-hari kita sering membicarakan tentang keterhubungan antara saudara kandung. Di dalam matematika hal tersbeut berkaitan dengan materi relasi dan fungsi.

A. Pengertian Relasi
        Pengertian relasi dijelaskan dalam contoh di bawah ini.
    B = Himpunan jenis makanan bakso dan roti

    
    Contoh 1:
    Diketahui:
    A = Himpunan mahasiswa yang bernama Sita, Rini, dan Eko
        Dari himpunan A dan B kesukaan makanan  mahasiswa dapat dinyatakan sebagai berikut.
    a) Sita suka makan bakso dan roti
    b) Rini suka makan roti
    c) Eko suka makan bakso

        dari contoh tersebut terdapat hubungan (relasi) antara himpunan A dan B atau sering dikatakan A dan B mempunyai relasi "suka makan"

    Contoh 2:
    Diketahui:
    A = {0,1,2}
    B = {3,4,5}
        Dari kedua himpunan dapat membuat relasi antara anggota-anggotanya, contoh relasi "kurangnya dari". Berarti terdapat sebagai berikut.
0 tiga kurangnya dari 3
1 tiga kurangnya dari 4
2 tiga kurangnya dari 5

Relasi dapat juga digambarkan dengan diagram cartecius atau diagram koordinat, himpunan pasangan berurutan, maupun diagram panah atau kurva tertutup sederhana dengan noktah-noktah dan anak panah yang berfungsi memasangkan anggota himpunan yang satu dengan anggota himpunan yang lainnya.a

catatan penting : anggota himpunan  asal atau domain boleh berpasangan lebih dari satu

B. Pengertian Fungsi
        Diketahui A = {1,2,3} dan B = {2,4,6}. Relasi dari A ke B adalah "setengah dari", dengan demikian ada pemasangan seperti berikut.
1 ∊ A dipasangkan dengan 2 ∊ B
2 ∊ A dipasangkan dengan 4 ∊ B
3 ∊ A dipasangkan dengan 6 ∊ B

dapat dikatakan bahwa setiap anggota himpunan A dipasangkan dengan tepat satu pada anggota B, relasi demikian ini dinamakan pemetaan atau fungsi dari A ke B.

    Contoh 3:
    Diketahui 
    C = { 2,3}
    D = {4,9}
    relasi dari C ke D adalah "faktor dari" dengan demikian terdapat pemasangan sebanyak berikut
    2 ∊ C dipasangkan dengan 4 ∊ D
   3 ∊ C dipasangkan dengan 9 ∊ D
    
 Jadi, pemetaan atau fungsi dari himpunan A ke himpunan B adalah relasi yang memasangkan setiap anggota A dengan tepat satu anggota B.

C. Penyajian Relasi dan Fungsi
1. Diagram Panah
    dinyatakan dalam bentuk kurva tertutup sederhana yang memiliki noktah sebagai simbol anggota di dalamnya.


2. Diagram Cartecius atau diagram Koordinat
    dimana anggota himpunan pertama atau Domain digambarkan pada sumbu x atau absis atau horisontal dan daerah lawan atau kodomain dituliskan pada sumbu y atau ordinat atau vertikal.

3. Himpunan pasangan berurutan
    pasangan berurutan artinya pasangan yang diperhatikan urutannya, maksudnya (a,b) tidak sama dengan (a,b).
    Himpunan pasangan berurutan untuk contoh pada diagram cartecius ditulis {(Andi, roti), (Aida, roti),(Ani,bakso)}


Soal Latihan!
Kerjakan dengan benar, sebelum mengerjakan soal silahkan isi link angket berikut: https://forms.gle/pPtsQwWthYpWVpmz5
1. Buatlah bagan atau diagram silsilah keluarga dari Ayah atau ibu Anda, kemudian di uraikan sampai keturunan terakhir. Buatlah :
    a. sebuah relasi dari diagram tersebut
    b. sajikan dalam bentuk diagram panah
    c. dalam bentuk himpunan pasangan berurutan, dan
    d. diagram cartecius
2. Suatu relasi dari P ke Q dinyatakan dengan himpunan pasangan berurutan {(6,3),(8,4),(10,5)}. Carilah:
    a. Nyatakan relasi yang mungkin dari himpunan P ke Q
    b. sebutkan anggota himpunan P
    c. sebutkan anggota himpunan Q
    d. Gambarkan diagram panah relasi tersebut
    e. Gambarkan diagram koordinatnya


Hasil jawaban dikerjakan dikertas folio bergaris dan discan dalam format .pdf (selain itu tidak dikoreksi), dikumpulkan paling lambar Sabtu, 6 Mei 2023 pukul 23.59 WIB

-selamat belajar-





Minggu, 16 April 2023

Pertidaksamaan Linier

Pertidaksamaan Linier dengan Satu Peubah

suatu pertidaksamaan dengan peubah x dapat disajikan dalam bentuk ax  + b ≥ 0, ax + b ≤ 0, atau ax + b > 0, dinamakan pertidaksamaan linier dalam x

1. Menyelesaikan Pertidaksamaan Linier
    Langkah-langkah dalam menyelesaikan pertidaksamaan linier, yaitu:
  • semua suku yang memuat variabel dikumpulkan pada salah satu ruas, dan semua suku yang lain dikumpulkan pada ruas yang satu lagi, dengan menggunakan sifat aditif pertidaksamaan
  • dicari pertidaksamaan yang paling sederhana yang ekuivalen dengan pertidaksamaan semula
contoh :
Selesaikanlah 3x - 8 > 2x - 1 dengan peubah pada {0, 1, 2, ..., 9, 10}

Jawab:
3x - 8 > 2x - 1
3x - 2x > -1 + 8
x > 7


Jadi, Himpunan Penyelesaiannya { 8, 9, 10}

Himpunan penyelesaian tersebut dapat disajikan atau ditunjukkan menggunakan grafik seperti di bawah ini, dimana 3 buah titik pada garis bilangan yang berpasangan dengan bilangan 8, 9 , 10. 


contoh :
Selesaikanlah x - 4 ≥ 0, dengan x adalah bilangan real

jawab:
 x - 4 ≥ 0
      x ≥ 4

Jadi, Himppunan Penyelesaiannya adalah { x | x ≥ 4, x ∊ R}
jika ditunjukkan menggunakan grafik sebagai berikut.

catatan :

untuk menggambarkan grafik bisa menggunakan penebalan garis pada bagian daerah Himpunan Penyelesaian atau diberi tanda titik tebal seperti contoh.

2. Pasangan Pertidaksamaan
 ada kalanya suatu peubah (varaibel) harus memenuhi dua pertidaksamaan sekaligus

contoh:
Selesaikan pasangan pertidaksamaan berikut, dengan:

x ∊ R, R = { x | x bilangan Real }

x > 5 ................... (1)
2x - 3 > 0 ...........  (2)

Penyelesaian yang ditanyakan harus memenuhi kedua pertidaksamaan;  1) merupakan penyelesaian pertidaksamaan dan 2) Himpunan Penyelesaiannya merupakan irisan dari himpunan-himpunan penyelesaian kedua pertidaksamaan

(1) x > 5 , Himpunan Penyelesaiannya adalah
     S = { x | x > 5, x ∊ R }

(2) 2 x - 3 > 0 ⇔ x > 1 1/2, Himpunan Penyelesaiannya adalah
     T = { x | x > 1 1/2, dan x ∊ R }

kemudian dicari irisan dari keduanya

S ∩ T = { x | x > 5, x ∊ R }

Jadi, Himpunan Penyelesaiannya { x | x > 5, x ∊ R }
jika digambarkan menggunakan grafik sebagai berikut.


3. Nilai ax + b
        Pada bentuk kinier, misalnya 2x + 6 dam "x" diganti dengan "-3", maka bentuk itu mempunyai nilai nol, -3 disebut nilai nol dari 2x + 6. Pada garis bilangan, titik -3 disebut titik nol untuk grafik 2x + 6.
        Apabila "x" diganti dengan bilangan yang l;ebih besar dari -3, misalnya 1, ternyata 2x + 6 mempunyai nilai 2 (1) + 6 = 8 atau bernilai positif, sedangkan apabila "x" diganti dengan bilangan yang kurang dari -3 misalnya -4, ternyata 2x + 6 = 2 (-4) + 6 = -8 atau bernilai negatif

kesimpulannya:
2x + 6 = 0 untuk x = -3
2x + 6 > 0 untuk x > -3
2x + 6 < 0 untuk x < -3

Grafik dari hasil tersebut dapat digambarkan seperti gambar di bawah ini.


4. Pertidaksamaan Kuadrat
        Bentuk Umum dari pertidaksamaan kuadrat seperti berikut.
    ax² + bx + c < 0
    ax² + bx + c ≤ 0
    ax² + bx + c > 0
    ax² + bx + c ≥ 0
    dimana, a, b, c bilangan Real dan a ≠ 0
    Langkah-langkah menentukan Himpunan Penyelesaian pertidaksamaan kuadrat, yaitu:
a. Tentukan Himpunan Penyelesaian persamaan kudrat dari :  ax² + bx + c = 0
b. Tentukan nilai Diskriminanya atau D = b² - 4.a.c. apabila 
     D > 0 berarti mempunyai dua penyelesaian, 
     D =  0 mempunyai satu penyelesaian,
     D < 0 tidak mempunyai penyelesaian  atau himpunan penyelesaiannya adalah himpunan kosong
     Banyakanya penyelesaian ini digunakan untuk menentukan banyaknya titik pada garis bilangan
c. Perhatikan cara mennetukan Himpunan Penyelesaiannya 
    contoh : 
     x² - 5x + 4 > 0, dengan cara faktorisasi menjadi ( x - 4) ( x - 1) = 0, berarti Himpunan Penyelesaiannya adalah {1, 4}. Karena ( x - 4) ( x - 1) > 0, selanjutnya dibuat garis bilangan dan diberi nilai x masing-masing intervalnya yaitu, x < 1, 1 < x < 4, dan x > 4, karena pembuat nol dari  x² - 5x + 4 ialah x = 1 dan x = 4. Berikut garis bilangan untuk menyelidiki nilai x yang memenuhi ( x - 4) ( x - 1) > 0. 


Caranya menyelidikinya sebagai berikut:
1). Pilih sembarang x untuk x < 1 misalnya x = 0 berarti ( 0 - 4) ( 0 - 1) = 4 > 0
     Jadi, untuk semua x < 1 nilai ( x - 4) ( x - 1) > 0

2). Pilih sembarang x untuk 1< x < 4 misalnya x = 2 berarti ( 2 - 4) ( 2 - 1) = -2 < 0
     Jadi, untuk semua 1< x < 4 nilai ( x - 4) ( x - 1) < 0

3). Pilih sembarang x untuk  x > 4 misalnya x = 5 berarti ( 5 - 4) ( 5 - 1) = 4 > 0
     Jadi, untuk semua  x > 4 nilai ( x - 4) ( x - 1) > 0

jika digambarkan menggunakan garis bilangan seperti berikut.


Kesimpulan dari penyelidikan menggunakan garis bilangan disimpulkan bahwa ( x - 4) ( x - 1) > 0 atau bernilai positif haruslah yang bernilai positif x < 1 atau x > 4

Jadi, Himpunan Penyelesaiannya adalah { x | x < 1 atau x > 4}



Contoh Soal Cerita
Sawah Pak Ahmad berbentuk persegi panjang dengan panjang 6 m lebihnya dari lebar persegi panjang tersebut. Apabila sawah Pak Ahmad tersebut minimal 160 m². Berapa panjang dan lebar sawah Pak Ahmad?

Jawab:
Misal: panjang sawah Pak Ahmad = x m 
           lebar sawah Pak Ahmad = (x - 6) m

Luas sawah Pak Ahmad x ( x- 6) minimal 160 m². Kalimat matematikanya menjadi pertidaksamaan sebagai berikut:
 x ( x - 6)  ≥ 160
 x² - 6x  ≥  160
 x² - 6x - 160  ≥  0
 (x - 16) (x + 10) ≥  0
 x - 16 = 0                x + 10
 x = 16         atau     x = -10

kemudian , lakukan penyelidikan dengan nilai x yang memenuhi mulai dari pilih
a. x < -10
b. -10 < x < 16
c. x > 16
 dibuatkan garis bilangan sebagai berikut




Jadi, Himpunan Penyelesaian dari (x - 16) (x + 10) ≥  0 adalah {x | x ≤ -10 atau x ≥ 16 }, karena panjang sawah berarti x harus positif atau x > 0, sehingga Himpunan Penyelesaiannya adalah { x | x ≥ 16}
Jadi, panjang sawah Pak Ahmad minimal atau paling sedikit (16-6) m atau 10 m.


 


Soal Latihan
1. Selesaikan pertidaksamaan-pertidaksamaan
    a.  5x - 7 < 7x + 2
    b. 25 - 4x > 3 (x - 8)
    c. 2 (x - 3) - 4 ( x + 5) > 6 (x - 77)

2. Selesaikan pasangan-pasangan pertidaksamaan berikut dengan peubah pada himpunan bilangan real
    a. -x > -1 dan x - 3 < 0
    b.  -6 - y < 5 dan 7y > 5y + 4
    c. 21x + 7 > 14x + 49 dan 4x - 2 < 2x + 5

3. Sutau persegi panjang mempunyai lebar 3 cm kurangnya dari panjangnya. Apabila keliling persegi panjang tersebut paling sedikit 70 cm, berapa panjang dan lebar dari persegi panjang tersebut?

4. Tentukan Himpunan Penyelesaian dari pertidaksamaan di bawah ini.
    a.  x² + 8x + 16 > 0
    b.  x² - 6x < 0
    c. 2x² - 3x + 4 > 0

5. Selisih dua bilangan adalah 10. Apabila perkalian keduanya maksimum 11. Berapakah bilangan tersebut?

Setelah membaca materi di atas, silahkan mengerjakan soal latihan yang dikerjakan di kertas folio bergaris kemudian, discan dalam bentuk pdf (selain pdf tidak dikoreksi), Paling lambat 30 April 2023 pukul 09.00 WIB di link kelas masing-masing

-selamat belajar-
    









Sabtu, 25 Maret 2023

Persamaan Kuadrat

1. Persamaan Kuadrat dengan Satu Variabel

    Bentuk Umum (BU) dari persamaan kuadrat dengan satu variabel adalah ax² + bx + c = 0, dengan syarat, a, b, c bilangan Real dengan a ≠ 0

contoh :
x² + 5x + 5 = 0
2x² + 9x + 5 = 0
x² -16 = 0

    Menentukan penyelesaian persamaan kuadrat sama artinya dengan menentukan semua bilangan pengganti variabel pada persamaan kudrat tersebut. Sejingga menjadi proposisi yang benar. Bilangan-bilangan yang memenuhi persamaan tersbeut dinamakan penyelesaian atau akar persamaan 

Cara-cara menyelesaikan persamaan kuadrat:

a. Menyelesaikan persamaan kuadrat dengan cara faktorisasi
    Kita ingat kembali hasil kali istimewa di bawah ini, yaitu:
    1)  a (b + c) = ab + ac atau ab + ac = a + (b + c)
    2)  (a + b) (a + c) = a² + (b + c)a + bc atau  a² + (b + c)a + bc = (a + b) (a + c)
    3)  (a + b) (a - b) = a² - b²  atau a² - b² =  (a + b) (a - b)
    4)  (a + b)² = a² + 2ab + b²  atau  a² + 2ab + b²   = (a + b)²
    5)  (a + b) (c + d) = ac + bc + ad + bd

    Kita ingat juga bahwa jika p dan q bilangan Real dan pq = 0, maka p = 0 atau q = 0. Selanjutnya untuk menentukan faktorisasi dari persamaan tersebut ruas kanan dijadikan nol lebih dahulu

   contoh:
   Tentukan Himpunan Penyelesaian dari x² + 7x = -10
   
   Jawab:
   x² + 7x = -10
   x² + 7x + 10 = -10 +10
   x² + 7x +10 = 0
   ( x + 5) ( x + 2) = 0
   
   x + 5 = 0 atau x + 2 = 0
   x = -5     atau  x = -2
 
   Jadi, HP = {-5,-2}

b. Menyelesaikan persamaan kuadrat dengan cara melengkapkan kuadrat. Usahakan suku-suku yang memuat variabel hanya pada satu ruas dan suku-suku yang tidak memuat variabel pada ruas yang lain, kemudian melengkapinya untuk dijadikan bentuk kuadrat murni. Tambahkan kuadrat dari seperdua koefisien x pada kedua ruas persamaanya, sesudah koefisien dari x² dijadikan satu.

   contoh:
   Tentukan Himpunan  Penyelesaian dari x² -6x - 16 = 0

   Jawab:
   x² - 6x - 16 = 0
   x² - 6x - 16  + 16 = 0 + 16
   x² - 6x  = 16
   x² - 6x + 9  = 16 + 9
   x² - 6x + 9  = 25
  (x - 3)² = 25
  (x - 3)²  - 25 = 25 - 25
  (x - 3)²  - 25 = 0
  [(x - 3) +5] [(x - 3) - 5] = 0
  
   (Ingat dua bilangan Real hasil kalinya nol apabila salah satu nol atau keduanya nol)

    [(x - 3) +5] = 0 atau  [(x - 3) - 5] = 0
    x - 3 + 5 = 0    atau   x - 3 -5 = 0
    x + 2 = 0         atau  x - 8 = 0
    x = -2          atau    x = 8

    Jadi, HP = {-2 , 8}

c. Menyelesaikan persamaan kuadrat dengan rumus
    Penurunan rumusnya seperti berikut ini:
   ax² + bx + c = 0, a, b, dan c bilangan Real dan a ≠ 0
   ax² + bx + c - c  = 0 - c 
   ax² + bx  = - c 













  
contoh:
Tentukan Himpunan Penyelesaian dari x² - 2x - 8 = 0

Jawab:
 dari persamaan tersebut nilai a = 1; b = -2; dan c = -8



   
















2. Diskriminan (D)

       Untuk berikutnya D disebut diskriminan dari persamaan kuadrat dengan Bentuk Umum ax² + bx + c = 0, dengan syarat, a, b, c bilangan Real dengan a ≠ 0, Diskriminan ditulis D = b² - 4ac

Perhatikan
a) Jika D < 0, maka persamaan kuadrat tersebut tidak mempunyai penyelesaian bilangan Real
b) Jika D = 0, maka persamaan kuadrat tersebut mempunyai penyelesaian satu bilangan Real (dua bilangan Real yang sama)
c) Jika D > 0, maka persamaan kuadrat tersebut mempunyai penyelesaian bilangan Real yang berbeda

contoh:
1) tentukan jenis akar dari persamaan dengan tanpa menyelesaikan persamaan terlebih dahulu (Selidikilah melalui nilai Diskriminannya)

Jawab:
x² - x - 12 = 0, persamaan kuadrat ini mempunyai nilai
 a = 1, b = -1, dan c = -12

D = b² - 4ac
    = (-1)² - 4. 1. (-12)
    = 1  + 48
    = 49

karena D = 49 atau D > 0, berarti persamaan kuadrat tersebut mempunyai penyelesaian dua bilangan Real yang berbeda atau akar-akar dua bilangan Real nya berbeda

2) Tentukan jenis akar dari x² + 25 = 10x, dengan tanpa menyelesaikan persamaan terlebih dahulu

Jawab:
x² + 25 = 10x
x² - 10x + 25 = 0
x² -10x +25 = 0, persamaan kuadrat ini mempunyai nilai a = 1, b = -10, dan c = 25

D = b² - 4ac
    = (-10)²- 4. 1. 25
    =  100 - 100
    = 0

karena D = 0, berarti persamaan kuadrat tersebut mempunyai satu penyelesaian bilangan Real atau akar-akarnya hanya satu bilangan Real (dua bilangan Real yang sama)

3) Tentukan jenis akar dari x² - x + 4 = 0, dengan tanpa menyelesaikan persamaan terlebih dahulu

Jawab:
x² - x + 4 = 0, persamaan kuadrat ini mempunyai a = 1, b = -1, dan c = 4

D = b² - 4ac
    = (-1)² - 4.1.4
    = 1 - 16
    = -15

karena D = -15 atau D < 0, berarti persamaan kuadrat tersebut tidak mempunyai penyelesaian bilangan Real.

3. Sifat-sifat akar
 Misalkan x1 dan x2 adalah akar-akar persamaan kuadrat dari ax² + bx + c = 0, dengan D > 0, maka 

atau


sebagai akibar dari rumus tersebut, diperoleh:


Contoh:






Soal Latihan
Selesaikan pertanyaan di bawah ini dengan tepat!
  1. Tentukan Himpunan Penyelesaian dari 2x² - 9x - 5 = 0
  2. Jika persamaan kuadrat (p + 1)x² - 2 (p + 3)x + 3p = 0, mempunyai dua akar yang sama, maka, Berapa nilai konstanta p?
  3. Berapakah hasil kali akar-akar persamaan kuadrat 2x² - 4x + 6 = 0 ?
  4. x1 dan x2 adalah akar-akar persamaan kuadrat 3x² - x - 5 = 0. Bagaimana persamaan kuadrat baru yang akar-akarnmya 3x1 + 1 dan 3x2 + 1
  5. Tentukan jenis akar dari x² + x - 3 = 0, tanpa menyelesaikan persamaannya terlebih dahulu


- selamat mengerjakan-


silahkan Soal Latihan dapat dikerjakan di kertas folio, kemudian di scan dan dikumpulkan di link berikut:

format filename: NAMA_NPM.pdf (tidak terkoreksi dalam bentuk.jpg)
paling lambat dikumpulkan Senin, 27 Maret 2023, pukul 05.00 WIB


Kamis, 23 Maret 2023

Persamaan Linier

    Dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai hal-hal yang saling brhubungan, misalnya tentang luas tanah seseorang dibandingkan dengan luas tanah orang lain. Kemudian, terkait dengan umur seseorang berapa kalinya umur orang lain, kita dapat menggunakan relasi sama dan membuat peubah. Hal tersbeut merupakan mnegubah apa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari ke dalam model matematika yang dinamakan persamaan. Akan dibahas di bawa terkait dengan persamaan liner dengan satu peubah, dua peubah, dan soal-soal cerita  beserta penyelesaiannya.

A. Persamaan Linier
 1. Kalimat Terbuka
     Kalimat yang memuat variabel bebas disebut kalimat terbuka
     
     contoh: 
     x adalah bilangan ganjil
     y lebih besar dari 15

    Pada contoh di atas variabel bebasnya yaitu x, dan y. Apabila variabel tersebut diganti secara berkala  maka akan diperoleh suatu proposisi. Misalkan x pada contoh a, diganti dengan bilangan 3 kalimatnya menjadi 3 adalah bilangan ganjil (proposisinya Benar) dan jika diganti bilangan 2, kalimatnya menjadi 2 adalah bilangan ganjil (proposisinya Salah). Pemberian nama untuk variabel diberikan menggunakan huruf kecil, tidak selalu disimbolkan dengan huruf x dan y. Sedangkan pengganti-pengganti variabel yang membuat kalimat-kalimat tersebut menjadi proposisi disebut konstanta. Konstanta-konstanta yang emmbuat kalimat terbuka menjadi proposisi benar disebut penyelesaian atau jawaban.

2. Kesamaan
    suatu proposisi benar yang memuat tanda "sama" disebut kesamaan
   
    contoh:
    2 x 5 = 10 x 1
        14 = 2 x 7
    Bagian yang dipisahkan dengan tanda "=" disebut ruas, disebelah kiri tanda "=" disebut ruas kiri sedangkan yang berada di kanan disebut ruas kanan.
    
   Sifat-sifat Kesamaan
   a. Sifat Aditif
       Jika a= b maka a + c = b + c adalah benar, dengan a,b, dan c ∊ R
       contoh :
       Jika 3 + 5 = 8 , maka (3 + 5) + 4 = 8 + 4, bernilai Benar
   b. Sifat Multikatif
       Jika a = b, maka a x c = b x c adalah Benar, dengan a,b, dan c ∊ R
       contoh :
       Jika 3 + 5 = 8, maka  (3 + 5) x 3 = 8 x 3

3. Persamaan
    Suatu kalimat terbuka yang memuat tanda "sama" disbeut persamaan
    Contoh:
    2x = 14
    3y = y²
    4n + 7 = 2n + 11
   
    Menyelesaikan suatu persamaan merupakan suatu proses mencari suatu bilangan (konstanta) yang membuat suatu persamaan menjadi proposisi Benar, konstantda tersebut dinamakan pneyelsaian atau akar dari persamaannya. Himpunan semua penyelesaian suatu persamaan disebut Himpunan Penyelesaian (HP).
  
   contoh:
   2x = 14 , HP = {7}
   2x + 5 = 9, HP = {2}
   x + y = 5, x dan y bilangan Asli, HP =  {(1,4), (2,3), (3,2), (4,1)}
   x² + 8x + 12 = 0 , HP = { -6,-2}

    Dua persamaan mempunyai Himpunan Penyelesaian yang sama disebut persamaan-persamaan yang 
    ekuivalen


4. Persamaan Linier dengan Satu Variabel (Peubah) (SPLSV)
    Bentuk Umum (BU) dari persamaan linier satu variabel yaitu ax + b = 0, dengan a ≠ 0.
    Merupakan persamaan yang paling sederhana dan ekuivalen dengan persamaan semula. 
    Langkah-langkahnya: suku-suku yang memuat variabel yang sama pada satu ruas kiri dan konstanta-
    konstanta (bilangan tetap)  diusahakan ada di ruas kanan.

    contoh:
    Tentukan Himpunan Penyelesaian dari 2 (x - 1) + 4 (x + 2) = 5x + 2
    
    Jawab: 
    2 (x - 1) + 4 (x + 2)    = 5x + 2
    2x - 2 + 4x + 8           = 5x + 2
    2x + 4x - 5x                = 2 + 2 - 8
                                    x  = -4
   
     Jadi, HP ={-4}
   

5. Persamaan Linier dengan Dua Variabel (SPLDV)
    Jika akan menentukan dua konstanta sebagi pengganti dua variabel yang belum diketahui, maka diperlukan dua persamaan yang diketahui. Biasanya, soal cerita memuat dua hal yang belum diketahui dan akan dicari penyelesaiannya dengan menggunakan persamaan, dua hal yang belum diketahui dinyatakan dengan dengan dua variabel (peubah).
    contoh:
    Dua bilangan cacah jumlahnya 5, bilangan-bilangan berapakah itu?
    
    Jawab:
   misalnya: bilangan yang ke-1 adalah x,
                   bilangan ke-2 adalah y
                    x + y = 5, x dan y bilangan Cacah

   untuk x = 0 → 0 + y - 5 = 0
                                      y  = 5
   untuk x = 1 → 1 + y - 5 = 0
                                      y  = 4
   untuk x = 2 → 2 + y - 5 = 0
                                      y  = 3
   untuk x = 3 → 3 + y - 5 = 0
                                      y  = 2
   untuk x = 4 → 4 + y - 5 = 0
                                      y  = 1
   untuk x = 5 → 5 + y - 5 = 0
                                      y  = 0

  Jadi, HP = {(0,5), (1,4), (2,3), (3,2), (4,1), (5,0)}

6. Cara-cara Menyelesaikan Persamaan
a. Eliminasi dengan Substitusi
    Jika dari dua persamaan akan dicari penyelesaiannya, maka salah satu variabel dari persamaan pertama dinyatakan ke dalam variabel yang lainnya. Selanjutnya substitusikan ke dalam persamaan yang kedua tadi, dengan demikian nilai dari satu variabel yang sudah ditemukan tadi dimasukkan pada persamaan yang akhirnya variabel yang lain dapat juga ditentukan nilainya.

contoh:
Tentukan penyelesaian dari pasangan persamaan 5m + 4n = 13 dan 3m + 2n = 7 , dengan m dan n bilangan Rasional

Jawab:






































b. Eliminasi dengan Penjumlahan atau pengurangan
   Jika dari dua persamaan akan dicari penyelesaiannya maka nilai mutlak koefisen dari veariabel yang akan dieliminasi (dihilangkan) disamakan dulu. Selanjutnya, kedua persamaan tersebut dijumlahkan atau dikurangkan supaya menghasilkan persamaan baru yang hanya memuat satu variabel.

Contoh: 
Tentukan penyelesaian dari pasangan persamaan 5m + 4n = 13 dan 3m + 2n = 7, dengan m dan n 
bilangan Rasional

Jawab:

























c. Eliminasi dengan cara menyamakan (Gabungan)
   Jika dari dua persamaan akan dicari penyelesaiannya, maka dari masing-masing persamaan, variabel yang akan dihilangkan dinyatakan dalam variabel lain.

Contoh:
Tentukan penyelesaian dari pasangan persamaan 5m + 4n = 13 dan 3m + 2n = 7, dengan m dan n 
bilangan Rasional

Jawab:





































7. Contoh mengubah Kalimat-kalimat pada soal cerita ke dalam persamaan
 a. Panjang sebuah persegi panjang, panjangnya 4m lebih dari lebar. Luas persegi panjang itu 12 m². Hitunglah panjang dan lepar persegi panajg itu. Cara menentukan persamaannya sebagai berikut.

Misalkan:
panjang dari persegi panjang  = am
lebar dari persegi panjang       = bm 

Panjangnya 4m lebihnya dari lebar, persamannya menjadi

a - 4 = b atau a = b + 4
Luas persegi panjang = panjang x lebar (dalam hal ini luas a x b )

12 = a x b
12 = (b + 4) x b


b. Aida pergi ke toko membeli gula dan beras, harga 1 kg gula 2 kali harga 1 kg beras. Aida membeli 4 kg beras dan 6 kg gula harganya Rp. 24.000,00. Berapa masing-masing harga gula dan beras setiap kg ?
Cara menentukan persamaannya sebagai berikut:

Misalkan:
harga 1 kg beras = x rupiah
harga gula 2 kali harga 1 kg beras berarti harga 1 kg gula = 2x rupiah

4 kg beras dan 6 kg gula harganya Rp. 24.000,00
Persamaannya menjadi 4 (x) + 6 (2x) = 24.000 atau 4x + 12x = 24.000


Soal Latihan
Kerjakan soal di bawah ini di kertas folio bergaris, kemudian scan dan kumpulkan di link sesuai dengan kelas masing-masing!
  1. Robi merencanakan membuat kandang ayam. Jika lebarnya 2,4 m, maka lebar kandang tersebut 0,6m lebih dari panjang  kandang. Berapakah panjang kandang itu?
  2. Dani mempunyai uang logam sebanyak 129 mata uang dan terdiri dari uang Rp. 500,00 serta uang logam Rp. 100,00. Uang tersebut semuanya bernilai Rp. 24.500,00. Berapa uang logam Rp. 500,00 yang dimiliki Dani?
  3. Jika 3m - n = 22 dan 2m + 3n = -11, maka Berapa nilai m dan n ?
  4. Jika nilai p dan q merupakan penyelesaian dari sistem persamaan 3x + y = 7 dan 2x - 5y = 16, maka, Berapa nilai dari 4p + q  ?
  5. Harga 2 kg salak dan 3 kg jeruk adalah Rp. 53.500,00. Sedangkan harga 3 kg salak dan 2 kg jeruk adalah Rp. 49.000,00. Berapa harga 1 kg salak dan 5 kg jeruk ?
  6. Buatkan 3 (tiga) soal matematika dengan materi persamaan linier yang menggunakan contoh konkret kehidupan sehari-hari!
-selamat mengerjakan-

Link pengumpulan , Kamis, 21 Maret 2024, pukul 23.59 WIB

format FILENAMA: NAMA_NPM.pdf (harus pdf), tidak perlu membuat folder nama

Kisi-Kisi Ujian Tengah Semester Genap

Salam semangat calon guru SD yang penuh dengan inovasi dan kritis? Baik, bersama media blog ini, ijinkan saya untuk menyampaikan kisi-kisi u...